Archive for September, 2010

NILAI-NILAI PBKB dalam KBM

Tanggung jawab moral siswa tidak hanya kepada guru agama saja tetapi guru mata pelajaran lain juga turut bertanggung jawab. Dengan cara menyisipkan nilai-nilai pendidikan Budaya dan  Karakter Bangsa (PBKB) dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai PBKB ini bisa kita masukkan dalam silabus.

Contoh Klik di sini –> SILABUS KLAS X revisi KKM nilai PBKB

Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

NILAI DESKRIPSI
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya
4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai habatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk  menghasilkan cara atau hasil baru dari  apa yang telah dimiliki
7. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas
8. Demokratis cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain
9. Rasa Ingin Tahu sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar
10. Semangat Kebangsaan cara berpikir, bertindak, dan wawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsanya.
12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
13. Bersahabat/

Komuniktif

Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya
15.  Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan
18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME
Iklan

September 23, 2010 at 4:56 am Tinggalkan komentar

EEK DALAM KBM

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

*Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan guru:

  1. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
  2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang diajarkan
  3. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan  dicapai.
  4. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

*Kegiatan Inti KBM

Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai    tujuan yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyangkal, menantang, memotifasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup  bagi prakasa , kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan ini menggunakan metode yang di sesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

*Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi guru:

  1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi  yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam dikambang  jadi guru dan belajar dari aneka sumber.
  2. Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.
  3. Memfasilitasi  terjadinya  interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru , lingkungan, dan sumber belajar lain nya.
  4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran dan,
  5. Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, dan lapangan.

*Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi guru:

  1. Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna.
  2. Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis.
  3. Memberikan kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut.
  4. Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan elabortif
  5. Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
  6. Memfasilitasi pesrta didik  membuat eksplorasi  yang dilakukan secara lisan maupun tulisan, secara individu maupun kelompok
  7. Memfasilitasi peserta didk untuk menyajikan hasil kerja  individual maupun kelompok
  8. Memfasilitasi peserta didik  melakukan pameran, turnamen, festifal, serta produk yang dihasilkan
  9. Memfasilitasi peserta didik  melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri  peserta didik

*Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi  guru

  1. Memberikan umpan baik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah  terhadap keberhasilan peserta didik
  2. Memberikan konfirfmasi  terhadap hasil eksplorasi dan aelaborasi peserta didik  melelalui berbagai sumber
  3. Memfasilitasi  peserta didik melakukan refleksi  dalam memperoleh  pengalaman yang bemakna dalam mencapai kompetisi dasar:
  • berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan  peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar
  • membantu menyelesaikan masalah
  • memberi acuan agar peserta didik  dapat melakukan pengetikan hasil eksplorasi
  • memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
  • memberikan motivasi kepada peserta didik  yang kurang atau belum berpartisipasi aktif

*Kegiatan Penutup

Guru bersama peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran

September 18, 2010 at 1:01 pm

Ketrampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Membuka Pelajaran

Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya seluruh pelajaran. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode mengajar guru di awal pelajaran. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. Dalam tahap ini, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar di antara anggota kelas.

  1. Hubungan dengan Kelas

Ada banyak hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya. Hal tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang disampaikan. Untuk mengatasi hal ini, guru dapat menetapkan titik hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan. Pembukaan pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Guru juga harus dapat membangkitkan minat belajar sampai murid dapat memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. Pembukaan pelajaran dengan metode yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa murid untuk memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran.

Berikut ini beberapa cara yang dapat membangkitkan minat dan perhatian murid saat guru mulai mengajarkan pelajarannya.

  1. Berita-berita terkini
    Berita terkini yang sedang marak dibicarakan atau sedang menjadi perhatian dalam masyarakat dapat dipakai untuk mendapatkan minat murid. Murid-murid kelas besar biasanya membaca surat kabar, majalah, mendengarkan radio, dan menonton televisi. Mereka memunyai perhatian pada banyak hal. Guru bisa mendapatkan berita-berita terkini melalui media-media tersebut. Untuk murid- murid kelas kecil, mereka biasa menanggapi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sekolah atau permainan mereka. Guru yang sangat mengetahui aktivitas murid-muridnya sepanjang minggu itu pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam hal ini. Adapun informasi tersebut dapat berupa kegiatan murid sepanjang minggu yang bisa diperoleh dengan menanyakannya pada murid.
  2. Cerita-cerita dan lukisan
    Sebuah cerita yang diceritakan dengan metode yang baik akan membangkitkan dan mempertahankan minat murid terhadap pelajaran yang sedang disampaikan. Sebuah gambar atau benda bisa sangat menarik perhatian anak. Lukisan dari kehidupan sehari-hari merupakan pilihan yang baik untuk menarik minat dan menanamkan sebuah kebenaran kepada mereka.
  3. Laporan tentang tugas-tugas
    Umumnya, manusia lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri.
    Oleh karena itu, usahakan untuk membahas pekerjaan rumah murid di awal pelajaran. Kegiatan tersebut bisa menambah semangat murid untuk memulai pelajaran. Selain itu, dengan membahas tugas-tugas yang sudah murid kerjakan di rumah, perhatian kelas dapat diarahkan kepada makna dan pentingnya belajar sendiri. Jangan lupa untuk menyatakan penghargaan atas usaha murid-murid yang telah belajar di rumah.
  4. Persoalan yang diandaikan
    Persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam pelajaran hendaknya merupakan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan murid. Misalnya, “Apa yang akan kaukatakan seandainya ada orang yang bertanya mengapa engkau pergi ke gereja?” atau “Apa yang kau lakukan seandainya kamu disalahkan atas perbuatan yang tidak kamu lakukan?” Persoalan harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga mengarah pada pelajaran yang akan disampaikan.
  5. Pemakaian alat peraga
    Sebuah gambar, peta, benda, atau alat peraga yang lain dapat digunakan secara efektif untuk menumbuhkan minat murid terhadap pelajaran.
  6. Menghubungkan Pelajaran

Saran-saran berikut ini merupakan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan sebuah pelajaran.

  1. Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya
    Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum yang sudah ditetapkan. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan pelajaran-pelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut.
    Pelajaran dalam pertemuan sebelumnya harus diulang untuk dihubungkan dengan pelajaran yang baru. Hal ini juga dapat menolong murid untuk mengetahui hubungan antara pelajaran- pelajaran yang telah disampaikan dengan isi Alkitab. Metode untuk menghubungkan pelajaran yang sekarang dengan pelajaran sebelumnya harus divariasikan. Seorang guru tidak akan kehilangan waktu mengajarnya bila mengulang pelajaran sebelumnya. Jika seorang guru memunyai waktu 35 menit untuk mengajar, gunakan waktu lima menit pertama untuk menetapkan titik hubungan.
  2. Umumkan pokok pelajaran secara wajar
    Tidak perlu mengumumkan pokok pelajaran secara resmi. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik, tetapi penuh dengan keterangan. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat kabar.
  3. Nyatakan sasaran dan tujuan pelajaran
    Banyak pendapat mengenai penyampaian sasaran dan tujuan pelajaran kepada murid. Ada yang berpendapat, sebaiknya hal tersebut disampaikan di akhir pelajaran. Ada juga yang berpendapat untuk menyampaikannya di awal pelajaran. Tidak semua pelajaran harus dilakukan dengan cara yang sama. Jika pelajaran tersebut, misalnya mengenai larangan minuman keras, penginjilan, atau pelajaran khusus tentang perayaan hari-hari tertentu, lebih baik sasaran dan tujuan disampaikan di awal pelajaran.
  4. Garis besar harus jelas
    Menyampaikan pokok pikiran atau garis besar pelajaran untuk menarik perhatian sangatlah penting. Penyampaian ini seperti halnya penyampaian tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dapat menarik minat para pembaca untuk melihat lebih lanjut tulisan-tulisan dalam surat kabar tersebut. Garis besar pelajaran bisa disampaikan dengan lengkap atau hanya ringkasannya saja.

MENGURAIKAN PELAJARAN

Setelah memperkenalkan pelajaran, guru harus mengajarkan pelajaran sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Mutu persiapan dapat terlihat pada waktu pengajaran itu disampaikan. Satu hal yang perlu diingat, jika tidak ada murid yang belajar dari pengajaran tersebut, itu berarti guru belum mengajarkan pelajaran itu. Evaluasi yang terbaik bukanlah apa yang dikatakan guru, tetapi apa yang dipelajari oleh murid.

  1. Merangsang Pikiran
    Mengajukan pertanyaan merupakan metode yang efektif untuk merangsang pikiran murid. Pancing murid untuk memikirkan sedalam mungkin setiap uraian yang disampaikan oleh guru. Pengujian murid secara teratur bisa menjaga perhatian murid untuk tetap tajam sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana murid mendapat manfaat dari pelajaran itu.

Satu cara untuk menuntun pikiran adalah dengan menerapkan pola pemikiran yang deduktif. Pola ini dimulai dengan guru menyebutkan satu prinsip atau pernyataan umum yang diikuti sejumlah lukisan atau ilustrasi. Kemudian libatkan murid dengan meminta mereka mencari contoh-contoh selanjutnya dari kehidupan mereka sendiri.

  1. Doronglah Pengungkapan
    Selain dirangsang untuk berpikir, murid juga perlu didorong untuk mengungkapkan pikirannya. Doronglah murid dengan menolong mereka mengemukakan penafsiran dan pengertiannya sendiri mengenai pelajaran itu. Cara yang terbaik untuk melaksanakan hal ini ialah dengan metode pengajaran induktif. Mula-mula guru mendapat bantuan murid untuk mengumpulkan fakta atau ilustrasi yang ada hubungannya dengan pelajaran. Sebagai hasilnya, murid-murid akan dapat menemukan hukum- hukum, prinsip-prinsip umum, atau tujuan pelajaran itu sendiri. Pengetahuan atau pengalaman murid-murid dapat dipakai untuk mencapai prinsip ini.
  2. Menerapkan Kebenaran
    Guru perlu membimbing murid-muridnya dalam keadaan khusus di mana murid harus mempraktikkan prinsip-prinsip iman Kristen mereka. Hal ini bisa membawa pertumbuhan rohani yang baik bagi murid. Guru yang terus-menerus menitikberatkan penerapan maupun pengetahuan yang diperoleh murid dapat membawa murid-muridnya belajar dan menerapkan pelajaran itu pada pilihan, tingkah laku, tindakan, sikap, dan keseluruhan hidup rohani mereka.

MENUTUP PELAJARAN

Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit.

  1. Merangkum Pelajaran
    Sebagai penutup, hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran yang sudah disampaikan. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran, tetapi berisi ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan fakta dasar pelajaran tersebut. Misalnya, kebenaran- kebenaran yang penting dalam pelajaran, pelajaran praktis yang telah diajarkan, penerapan akhir yang harus dibuat, Kristus dinyatakan sebagai Juru Selamat orang berdosa, atau bagaimana pelajaran dapat dilakukan di rumah, sekolah, atau saat beraktivitas.
  2. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya
    Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Diharapkan hal ini dapat merangsang keinginan belajar mereka.

Sebelum kelas dibubarkan, ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian dalam pelajaran mendatang.

  1. Bangkitkan minat
    Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan penuh semangat. Oleh karena itu, biarkan murid pulang ke rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan, yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Sama seperti seorang penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung, yang membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. Dengan cara yang sama, guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang “berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya dengan tidak sabar.
  2. Memberikan tugas
    Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama, bahkan sebelum pelajaran dimulai. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas.

Sumber:

  • Teknik Mengajar, Clarence H. Benson, , halaman 80–85, Gandum Mas, Malang, 1980.

September 18, 2010 at 12:26 pm Tinggalkan komentar

HASIL OSTN – KIS

Oliempiade Sains Terapan Nasional tingkat Jakarta pusat bidang Karya Ilmiah Siswa dilaksanakan tanggal 18 Agustus 2010 di SMK 16 dengan jumlah peserta 20 orang atau 10 tim. Juri dipilih dari unsur mahasiswa, guru, dan dosen.

NO NAMA JURI INSTANSI KETERANGAN
1 NANIEK SRI SAYEKTI SMAN 1 JURI I
2 NITA ARISKA, S.Pd. LP3I JURI II
3 DEWI ARUM NAWANG WUNGU Staf Ahli Ketua Komisi D DPRD DKI JURI III
    Peneliti di Pusat Kajian Politik UI  

Hasil lomba sebagai berikut

NO NAMA PESERTA NAMA SEKOLAH KETERANGAN
1 Maylisa Putri SMKN 2  
2 Ahmad Raffi Falakhi
3 Irma Rismanah SMKN 3  
4 Vidia Agung Pratiwi
5 Devi Rahayu SMKN 14 JUARA I
6 Hamidah
7 Amelia Fahriani P SMKN 16 JUARA HARAPAN III
8 Dela Melinda
9 Sarah SMKN 27 JUARA III
10 Sinta Dewi
11 Citra Resmi SMK JAKARTA PUSAT I JUARA II
12 Ira Herlina
13 Antony SMK K BETHEL  
14 Gunawan
15 Andreas Tanjaya SMK Farmasi BPK Penabur JUARA HARAPAN I
16 Ivana Kurniawati
17 Yusti Claudia SMK N 44  
18 Rifkah Amalia
19 Risqi Dian P SMK KESDAM JAYA JUARA HARAPAN II
20 Rohayati

September 16, 2010 at 12:40 am Tinggalkan komentar

HASIL LOMBA PMKBN

Lomba PMKBN atau Pembinaan Mental Kewirusahaan dan Bela Negara bidang bahasa Indonesia tingkat Jakarta Pusat diadakan untuk seleksi ketingkat DKI. Pelaksanaannya tanggal 21 Juli 2010 di SMK 27 dengan jumlah peserta 18 orang . Hasil lomba sbb.

JUARA NAMA SISWA NAMA SEKOLAH
I NURMAIDAH SMKN 16
II SANTIKA FEBRIANY SMK N 14
III YUNIARTI SMK N 14
HARAPAN I IRMA ANGRAINY SMK N 3
HARAPAN II RIFKAH AMALIA SMK N 44
HARAPAN III INDRI WIDIASTUTI SMK N 3

Juara I, II, dan III  mewakili Jakarta Pusat untuk maju ke tingkat DKI.

September 15, 2010 at 11:34 pm Tinggalkan komentar


KTSP

Silabus dan RPP Bahasa Indonesia (Revisi)

Flickr Photos

September 2010
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Tulisan Terakhir

Hymne Bahasa