BEDAH KISI-KISI UN 2012
Selasa, 24 Januari 2012, MGMP bahasa Indonesia SMK dalam rangka peningkatan kinerja guru dan meningkatkan hasil UN 2012 mengadakan pertemuan dengan materi menganalisis hasil ulangan semester ganjil dan bedah kisi-kisi UN 2012. Pertemuan dihadiri 47 peserta dari 60 yang diundang. Acara dibuka oleh Bapak Sajid, M.Pd. selaku kepala sekolah SMKN 3 Jakarta,
Analisis hasil ulangan dengan menggunakan program Anates dipandu oleh Ibu Lilik Musyarofah dibantu Ibu Sri Suyani. Langkah-langkah menggunakan Anates sebagai berikut:
- Klik program Anates;
- pilih file baru;
- isi subjek, jumlah soal, jumlah pilihan, klik OK;
- isi nama siswa, kunci jawaban, jawaban siswa
- setelah data lengkap simpan file
- kembali ke menu utama, klik penyekoran data
- kembali ke menu utama, klik skor di bobot–> isi bobot yang diinginkan
- kembali ke menu utama, klik olah semua otomatis
- cetak ke file, ketik nama file simpan di luar program anates
- tutup program anates, buka file yang disimpan dan cetak jadilah hasil analisis ulangan.
Bedah kisi-kisi UN 2012 dipandu narasumber Bapak Husin, kisi-kisi UN 2012 pada dasarnya sama dengan UN 2011, dalam acara ini disampaikan teknik menyelesaikan soal-soal UN contoh soal dan kisi-kisi dapat diunduh
di sini–>
Kisi-Kisi-Untuk-SMP-MTs-SMPLB-SMA-MA-SMALB-dan-SMK1_2011_2012(2)
KISI-KISI TKM BAHASA INDONESIA 2011/2012
Kisi-kisi Tes Kendali Mutu klas XII berdasarkan SKL UN dan Ulangan Akhir Semester ganjil klas X dapat diunduh di bawah ini.
TES ON LINE UNTUK GURU
Tes on line guru diadakan dengan tujuan untuk mengetahui peta kemampuan guru UN, sebagai dasar perencanaan peningkatan kompetensi guru yang profesional dan untuk meningkatkan kualitas pendidikan SMK Provensi DKI Jakarta.Tes on line dilaksanakan secara serentak di:
Jakarta Pusat –> SMK 1 dan SMK 27
Jakarta Utara –> SMK 12 dan SMK 36
Jakarta Barat 1 –> SMK 11 dan SMK 42
Jakarta Barat 2 –> SMK 13 dan SMK 45
Jakarta Selatan 1 –> SMK 2 dan SMK 20
Jakarta Selatan 2 –> SMK 8 dan SMK 27
Jakarta Timur1 –> SMK 5 dan SMK 26
Jakarta Timur 2 –> SMK 10 dan SMK 51
Jadwal Mata Pelajaran
Kamis, 1 Desember 2011 bahasa Indonesia :
07.30 – 09.30 : gelombang 1
10.00 – 12.00 : gelombang 2
13.00 – 15.00 : gelombang 3
Jumat, 2 Desember 2011 bahasa Inggris :
07.30 – 09.30 : gelombang 1
09.45 – 11.45 : gelombang 2
13.30 – 15.30 : gelombang 3
Sabtu, 3 Desember 2011 Matematika :
07.30 – 09.30 : gelombang 1
10.00 – 12.00 : gelombang 2
13.00 – 15.00 : gelombang 3
Guru-guru UN selamat mengerjakan semoga sukses!
BINTEK PENILAIAN KINERJA GURU
MGMP bahasa Indonesia Jakarta Pusat mengadakan Bimbingan Teknis Penilaian Kinerja Guru (Bintek PKG) yang pelaksanaannya selama 2 hari yaitu hari Kamis dan Jumat tanggal 29 dan 30 September 2011, tempat di SMK Negeri 3 Jakarta. Kegiatan ini didanai oleh LPMP dari dana blockgrant Revitalisasi MGMP, narasumber juga dari LPMP yaitu Bapak Drs. Suwarkono, M.Sc dan Ibu Susiah Budiarti, M.Pd. Peserta yang diundang 50 sekolah tapi sayang yang hadir hanya 35 sekolah, setiap sekolah hanya mengirimkan 1 orang. (alasan undangan tidak sampai)
Materi yang disampaikan oleh narasumber:
1. Penilaian Kinerja Guru,
2. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan,
3. Identifikasi Kompetensi,
4. Simulasi.
Materi dapat di downloud di sini
Kesimpulan kegiatan ini :
1. Guru dinilai kinerjanya secara teratur (setiap tahun) melalui Penilaian Kinerja Guru (PK Guru)
2. Guru wajib mengikuti Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) setiap tahun
3. PKB harus dilaksanakan sejak III/a dengan melakukan pengembangan diri, dan sejak III/b guru wajib melakukan publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif
4. Untuk naik dari IV/c ke IV/d guru wajib melakukan presentasi ilmiah
5. Guru akan lebih bersemangat untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitasnya.
Dokumentasi kegiatan
This slideshow requires JavaScript.
RPP BERKARAKTER
SILABUS BHS IND X BERKARAKTER 2011
SILABUS BHS IND XII BERKARAKTER 2011
SILABUS BHS IND XI BERKARAKTER 2011
RPP BHS IND X REV 2011 berkarakter
RPP BHS IND XI REV 2011, berkarakter
LOMBA PMKBN BIDANG BAHASA INDONESIA SMK
This slideshow requires JavaScript.
Keikutsertaan bahasa Indonesia sebagai sebuah mata lomba dalam kegiatan Pembinaan Mental Kewirausahaan dan Bela Negara Siswa SMK memiliki arti yang sangat strategis. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan agar siswa SMK menjadi insan cerdas, terampil, dan kompetitif serta mampu memecahkan persoalan kehidupan yang dihadapinya, terutama persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara serta berwirausaha, peran bahasa Indonesia tidak perlu diragukan.MGMP bahasa Indonesia Jakarta Pusat telah menggelar lomba ini tanggal 4 mei 2011 di SMK Negeri 3 Jl. Garuda No 63 Kemayoran, Jakarta dengan diikuti peserta siswa SMK Jakarta Pusat dengan jumlah 21 orang. Hasil lomba sebagai berikut:
| JUARA | NAMA PESERTA | NAMA SEKOLAH |
| I | Milina Beta Kristiani Manaraja | SMKN 27 |
| II | Dian Prakoso | SMKN 1 |
| III | Gufon Goviantino | SMKN 27 |
| HARAPAN I | Nurmaidah | SMKN 16 |
| HARAPAN II | Cindy Theresia Karaag | SMK Farmasi BPK Penabur |
Kegiatan ini berhasil terlaksana dan berjalan lancar berkat kerja sama, bantuan dukungan semua pihak, untuk itu tak lupa saya sampaikan terima kasih kepada:
1) Bapak Drs. H. Zainal Abidin, M.Pd. sebagai Kepala Suku Dinas Kota Administrasi Jakarta Pusat
2) Ibu Hj. Yuska, S.Ip.,M.Si. sebagai Kasi SMK Suku Dinas Kota Administrasi Jakarta Pusat
3) Bapak Drs. H. Toyib sebagai Ketua K3SK
4) Bapak Drs. M. Bambang Erucakra, sebagai kepala sekolah SMKN 3
5) Bapak/Ibu Kepala Sekolah Jakarta Pusat
6) Bapak/Ibu guru Pembimbing
7) Dan semua pihak yang turut membantu pelaksanaan kegiatan ini.
This slideshow requires JavaScript.
This slideshow requires JavaScript.
SKL UJIAN NASIONAL 2011 DAN KISI-KISI
SKL UJIAN NASIONAL 2011 dapat diklik skl-un-2011
KISI-KISI BAHASA INDONESIA UNTUK UJIAN SEKOLAH TINGKAT JAKARTA PUSAT dapat diklik di bawah ini
BEDAH SKL UN 2011
Rabu, 9 Februari 2011 di SMKN 3 Jakarta MGMP bahasa Indonesia SMK mengadakan Bedah SKL UN 2011 Ke 2. Jumlah peserta yang hadir 54 orang, tidak hanya dihadiri guru-guru bahasa Indonesia Jakarta Pusat tetapi juga dari Jakarta Barat dan Utara. Narasumber yang diundang adalah pakar bahasa Indonesia yang juga tim penyusun soal UN yaitu Bapak Drs. Husin, M.M.
Isi kegiatan ini membahas dan memecahkan permasalahan soal-soal UN bahasa Indonesia yang kadang membuat guru bahasa Indonesia juga bingung karena soalnya rancu. Peserta sangat antusias mendengar penjelasan narasumber demikian juga narasumber semangat memberikan penjelasan kepada peserta sampai kegiatan ini berakhir lebih dari yang dijadwalkan. Dalam kegiatan juga dibagikan 5 paket soal Simulasi UN 2010/2011 yang ditulis oleh Drs. Husin, M.M. dengan penerbitnya AIRLANGGA. Paket simulasi ini membantu guru-guru bahasa Indonesia untuk mengadakan try out di sekolahnya. Narasumber juga memberikan contoh resensi untuk kegiatan Ujian Sekolah Praktik bahasa Indonesia.
CONTOH RESENSI DAPAT DI UNDUH DI SINI –>SENYUM OBAT STRESS SEKALIGUS SEDEKAH-1
Bedah SKL UN 2011 diadakan 2kali, pertama tanggal 5 januari 2011 tempatnya juga di SMKN 3 dihadiri oleh 48 orang, Isi kegiatan ini, peserta diminta membuat kisi-kisi soal berdasarkan SKL UN 2011 kemudian membuat kartu soal berdasarkan kisi-kisi tersebut. Lalu mempresentasikan hasilnya di depan teman-teman guru, dan yang lainnya menelaah berdasarkan Materi, Konstruksi dan Bahasa/Budaya
Kisi-kisi hasil kerja peserta diedit dan dirumuskan oleh tim penyusun soal dan dipakai untuk Ujian Sekolah bahasa Indonesia wilayah Jakarta Pusat. KISI-KISI BAHASA INDONESIA SMK BERDASARKAN SKL UN 2010/2011 HASIL MGMP DAPAT DI UNDUH DI SINI –> KISI-KISI US BIND 2011
Kegiatan ini tidak hanya bedah SKL saja tetapi juga sosialisasi lomba PMKBN (Pembinaan Mental Kewirausahaan dan Bela Negara) bidang bahasa Indonesia. Hasilnya adalah kesepakatan juknis lomba PMKBN yang akan diselenggarakan tanggal 4 Mei 2011
JUKNIS LOMBA PMKBN DAPAT DIUNDUH DI SINI
–> PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN LOMBA
Catatan: Sekolah yang berminat segera mendaftarkan siswanya sebelum tanggal 28 Februari 2011 di SMKN 3, SMKN 14 dan SMKN 27
CONTOH RESENSI
SENYUM OBAT STRESS SEKALIGUS SEDEKAH
Senyum Obat Stress, Penulis: Amru Badran, Penerbit: Khalifa, Cetakan: pertama, 2006, Tebal: (xii + 82) hlm, Harga Rp22.000,00
Senyum adalah obat yang tiada taranya. Efek penyembuhannya sungguh luar biasa. Anda tidak perlu pergi jauh untuk mencarinya atau mengeluarkan isi kantong Anda. Sebab, obat yang satu ini selalu ada bersama Anda. Hanya dengan menggerakkan sedikit otot bibir saja, senyum itu berkembang dengan indahnya. Bahkan, dengan senyum ada puluhan otot penting yang bergerak dan sangat baik untuk kesehatan mental dan fisik Anda.
Pada bagian pengantar buku ini (hlm. x) , penulis juga menjelaskan bahwa senyum ternyata bukan hanya obat mental dan fisik saja, namun juga memberikan manfaat untuk kehidupan akhirat. Rasulullah Shalallahu Allaihi wa Salam pernah bersabda: “Senyum (yang engkau sunggingkan) di wajah saudaramu adalah sedekah.” Banyak tersenyum berarti banyak sedakah. Bahkan, Ahmad Amin dalam Faidh Al Khathir mengatakan “Orang selalu tersenyum tidak hanya menjadi manusia paling bahagia dalam hidup mereka tetapi mereka juga orang yang paling mampu untuk bekerja, paling mampu memikul beban tanggung jawab, dan mampu menghadapi segala kesulitan serta dapat menciptakan hal-hal besar yang berguna untuk mereka dan orang lain.
Pada intinya, buku ini mengingatkan kepada kita betapa pentingnya untuk selalu tersenyum. Tidak ada manfaatnya harta melimpah ruah kalau wajah kita selalu cemberut karena jiwa kita tertekan. Buku ini enak untuk dibaca karena diselingi dengan kisah-kisah yang menggelikan. Misalnya, “Huruf (tsa) berkata kepada huruf (sin): Saya dulu seperti dirimu tetapi seseorang telah mematuk tengahku.” (hlm. 76). Cerita-cerita semacam itu sebenarnya hanya sekadar untuk memancing kita agar tersenyum.
***
Di dalam mukadimah buku ini diceritakan tentang pengalaman penulis ketika memasuki salah satu kampung Mayyitu al-‘Amil di provinsi Daqahliah Mesir. Ia menemukan wajah-wajah muram sebagai indikasi tekanan jiwa para pemuda di kampung itu. Salah seorang mahasiswa (Dasuki, 19 thn.) di Universitas Manshurah mengutarakan tentang tekanan jiwa yang ia rasakan. Mahasiswa itu tertekan jiwanya bukan karena memikirkan proses belajar selama kuliah tetapi karena ia terlalu berpikir tentang masa depan setelah menyelesaikan kuliahnya. Ia bersama teman-temannya berusaha keluar dari tekanan jiwa ini dengan mengonsumsi narkoba dan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan ke luar kota (hlm. 2).
Permasalahan yang dihadapi Dasuki dan teman-temannya itu adalah hal tidak baik yang dihadapi anak-anak remaja, termasuk anak remaja zaman sekarang. Akan tetapi tidak jarang anak remaja yang mampu mengatasi tekanan jiwa dengan ha-hal yang positif, seperti olahraga, mengikuti program seni budaya, dan sebagainya.
Dari hasil penelitian, ternyata tekanan jiwa akan meningkatkan enzim KBC. Enzim tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit, gelisah, kepribadian yang tidak stabil, lemah konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan dan sebagainya. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus tentu akan merusak jaringan otak dan pada akhirnya seseorang menjadi stress. Oleh karena itu, obati tekanan jiwa itu dengan senyum. Karena telah terbukti bahwa senyuman sangat berperan positif bagi kesehatan manusia. Bahkan, senyuman dapat mengobati penyakit kulit, gigi, dan cacar. Pada derajat tertentu, senyuman juga mampu menurunkan tensi darah (hlm. 2 dan 3).
***
Senyum adalah tanda kesehatan dan kebahagiaan. Manusia yang selalu tersenyum adalah manusia bahagia. Disadari atau tidak, orang yang selalu tersenyum berarti telah menularkan kebahagiaan kepada orang lain. Orang yang senyum kepada orang yang sakit berarti orang tersebut telah menyembuhkan sebagian dari penyakitnya. Senyum adalah obat jiwa dan pahala bagi yang melakukannya. Oleh karena itu, alangkah indahnya jika seseorang melakukan pekerjaan dengan tersenyum.
Seorang psikolog Amerika pernah mengemukakan tentang hasil penelitiannya, yakni orang yang tidak pernah senyum atau tersenyum hanya dalam even-even tertentu ternyata orang-orang tersebut adalah orang yang selalu pesimis dalam hidupnya. Sebaliknya, bagi orang yang senantiasa tersenyum adalah orang yang sehat dan produktif. Jadi, senyum memang benar-benar penyebab kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup.
Rasulullah SAW juga menilai bahwa senyuman merupakan perbuatan kebaikan, sebagaimana sabdanya: “Segala kebahagiaan adalah sedekah. Sebagian dari kebaikan adalah senyuman yang engkau berikan kepada saudaramu.” Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang selalu tersenyum. Abud Darda berkata, “Saya tidak pernah melihat atau mendengar, Rasulullah berbicara, kecuali sambil tersenyum.” Senyuman yang bermakna tentulah senyum yang ikhlas dan lahir dari lubuk hati yang paling dalam. Senyuman yang tidak tulus akan berdampak negatif bagi orang yang melihatnya (hlm. 10).
Ternyata senyum itu beraneka , berwarna, dan memiliki berbagai makna. Senyum ada yang tulus, palsu, kegagalan, munafik, dan senyum gelisah. Senyum juga mengandung beragam warna dan makna: senyum putih (berarti tulus), kuning (berarti palsu), hitam (berarti putus asa) dan sebagainya. Senyuman yang tulus akan menggerakan otot-otot kanan dan kiri di wajah seseorang. Sementara senyuman palsu hanya menggerakkan otot di sebelah kiri wajah (hlm. 14).
Senyuman sejati yang tulus dan putih merupakan langkah yang benar dalam mengungkapkan kebahagiaan. Senyuman yang jujur akan mengangkat otot-otot yang ada di dua sisi mulut sehingga kedua pipi pun ikut terangkat. Lalu bagaimana kita mengenal senyuman palsu. Senyuman palsu terlihat pada kedua mata yang mengecil atau menyempit. Tanda kedua senyuman palsu adalah bibir atas terangkat sangat ke atas sedangkan bibir bawah mengembang tanpa gerakan (hlm. 16).
***
Di dalam buku ini dijelaskan juga berbagai pendapat tentang senyum, “Apa Kata Mereka Tentang Senyum.” Senyum bagaikan sihir karena senyum dapat menanamkan rasa optimis di dalam jiwa, menyingkirkan kegelisahan, menyusupkan kebahagiaan dan menyegarkan jiwa. Hikmah Thailand mengemukakan bahwa senyum adalah jalan pintas bagimu untuk sampai lubuk hati orang lain. Sementara itu William S. berpendapat bahwa “Lebih baik engkau menembus jalan dengan senyuman daripada engkau menembuskanya dengan pedang” (hlm. 21).
Semakin banyak pendapat tentang senyum semakin lengkap pula penjelasan tentang senyum itu sendiri. Mungkin itu pendapat penulis buku ini. Namun, sangat disayangkan pendapat tentang senyum ini terlalu banyak mewarnai buku ini bahkan lebih dari setengah dari buku (hlm. 21- 83), sehingga agak sedikit membosankan. Akan tetapi, karena bahasanya tidak berbelit-belit dan lugas maka buku ini tetap enak untuk dibaca. Selain itu, orang yang membaca buku ini tentu akan mawas diri, misalnya: “Sudahkan saya sadari bahwa senyum itu dapat menyembuhkan stress dan sekaligus sedekah? Sudahkah hal itu saya terapkan dalam kehidupan saya? Sudah ikhlaskah saya ketika tersenyum?
Semoga senyum kita senantiasa ikhlas sehingga betul-betul bernilai sedekah atau ibadah. Senyumlah selalu agar tidak stress. Amin.
SEKALI LAGI TENTANG KTSP
Ketika kita membaca sekilas judul tulisan ini, ingatan kita langsung tertuju pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Padahal yang penulis maksudkan adalah kata-kata yang diawali
dengan fonem /k/, /t/, /s/, atau /p/. Lalu, ada apa dengan fonem ktsp?
Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini media massa begitu gencar memopulerkan peristiwa luluhnya fonem /k/, /t/, /s/, /p/ di awal kata jika mendapat imbuhan me-, me-kan atau me-i. Tak urung, Pusat Bahasa pun merespon dengan baik. Apalagi guru bahasa Indonesia. Sungguh hal ini merupakan sasaran yang indah untuk dijadikan sebagai bahan menulis soal ulangan atau ujian. Misalnya: Kata berikut ini yang tidak baku adalah (a) mengkonsumsi, (b) memesona, (c) memengaruhi, (d) mentransfer, (e) memelopori.
Peserta didik atau mungkin guru bahasa Indonesia sekalipun apabila kurang mengikuti perkembangan kosakata, soal ini mungkin tergolong sulit. Padahal, kalau kita memahami rumus ktsp tentu jawabannya sangat mudah, yakni (a) mengkonsumsi. Fonem /k/ pada kata tersebut seharusnya luluh, menjadi mengon-sumsi.
Kata-kata yang diawali fonem /k/, /t/, /s/ atau /p/ lainya yang juga luluh karena mendapat imbuhan me-, me-kan atau me-i antara lain: mengalkulasi (kalkulasi), menelepon (telepon), menyekutukan (sekutu), dan memedomani (pedoman).
Fonem /t/ pada opsi atau pilihan jawaban (d) mentransfer memang tidak luluh karena kata tersebut diawali dengan deret konsonan /tr/. Hal semacam itu juga berlaku pada kata-kata yang lain, misalnya kata kredit, traktor, starter, dan produksi. Fonem /k/, /t/, /s/ dan /p/ di awal kata-kata tersebut jika mendapat imbuhan me-, me-kan atau me-i tidak luluh, yakni mengkredit, mentraktor, menstarter, dan memproduksi.
Pertanyaannya, apakah setiap fonem /k/, /t/, /s/, atau /p/ yang mengawali sebuah kata dipastikan luluh jika mendapat imbuhan me-, me-kan atau me-i. Jika hal tersebut sudah menjadi kaidah dalam bahasa Indonesia maka setiap kata harus diperlakukan sama agar tidak membingungkan pengguna bahasa Indonesia.
Di dalam KBBI Pusat Bahasa edisi keempat (2008) ternyata masih kita jumpai kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah di atas. Misalnya: kata mempunyai bukan memunyai, kata mempatroli bukan mematroli, memparafrasakan bukan memarafrasakan, mempermisikan bukan memermisikan.
Tidak jelas, alasan Pusat Bahasa memilih bentuk seperti itu. Mustakim dalam buku “Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia untuk Umum” menyatakan, huruf awal /p/ pada kata serapan dari bahasa asing tidak akan luluh jika digabung dengan imbuhan me- (1992:149). Jika hal ini yang dijadikan alasan, lalu bagai-manakah dengan kata mempunyai yang ada di dalam KBBI (2008: 1118). Apakah kata punya berasal dari unsur serapan asing? Kalau bukan, mengapa tidak ditulis memunyai?
Alasan Mustakim kiranya sulit untuk tetap dipertahankan. Sebab, di dalam KBBI (2008) cukup banyak kata serapan asing yang diawali dengan fonem /k/, /t/, /s/, /p/ namun fonem tersebut menjadi luluh apabila dibubuhi imbuhan me-, me-i, atau me-kan. Sebagai contoh: mengalkulasi (calculation), menyosialisasikan (social), menyuplai (suplay), menelepon (phone), dan sebagainya.
Kembali ke pertanyaan semula. Kapan-kah fonem /k/, /t/, /s/, atau /p/ akan luluh? Haruskah secara etimologis kita harus melihat asal-usulnya? Apakah hanya fonem /p/ di awal kata serapan yang tidak luluh jika mendapat imbuhan me-, me-i, atau me-kan? Adakah pertimbangan dari sisi linguistik?
Hal lain yang perlu dicermati bagi pengguna bahasa Indonesia adalah imbuhan me- tidak meluluhkan fonem /k/, /t/, /s/, atau /p/ jika dibubuhkan di depan kata yang hanya memiliki satu suku. Misalnya: mengekop (menyundul bola dengan kepala), mengetik, mengesol, dan mengepel.
Imbuhan me- juga tidak luluh jika dibubuhkan di depan kata berimbuhan yang diawali dengan fonem /k/, /t/, /s/, dan /p/. Misalnya: mentertawakan (tertawa), mempe-ragakan (peraga), memperhatikan (perhati/hati), dan sebagainya.
Akhirnya, marilah kita senantiasa konsisten untuk mematuhi kaidah penulisan kata dalam berbahasa Indonesia. Gunakan KBBI terkini (edisi keempat tahun 2008) sebagai salah satu acuan. Sebab perkembangan kosakata bahasa Indonesia memang begitu pesat. Sebagai contoh: KBBI edisi pertama (1988) hanya memuat 62 ribu lema, edisi kedua (1991) memuat 72 ribu lema, edisi ketiga (2001) memuat 78 ribu lema ditambah 2.034 peribahasa. Sedangkan KBBI edisi keempat (2008) sudah memuat 90.049 lema yang terdiri atas 41.250 lema pokok dan 48.799 sublema serta peribahasa sebanyak 2.036.
Penulis: Drs. Husin, M.M.
Kepala SMK Negeri 37 Jakarta





